SALAKANAGARA KERAJAAN PERTAMA DI JAWA BARAT
Bermula dari catatan dari negeri china pada zaman dinasti Han bahwa Raja Yeh tiao yang bernama Tiao Pen mengirimkan utusan ke China pada tahun 132 M. menurut seorang akhli bumi Yunani Purba menyebutkan bahwa sekitar tahun 150 M adanya kota yang bernama Argyre yang terletak di ujung pulau Labadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. Sebutan Labadiou merupakan uapan bahasa Prakrit Yawadiwu yang senada dengan ucapan bahasa sansekerta Yawadwipa, berarti Pulau Yawa , dan Yawa berarti tumbuh-tumbuhan sejenis padi yaitu Hanjeli.
Berdasarkan Prasasti Canggal 732 M, Argyre hijrah ke pulau Jawa kemudian dilokasikan ke Cirebon. Berdasarkan Prasasti Kota Kapur (Bangka), Argyre tebelah dua, yang satu ke selatan, yang satu ke muara sungai Berantas. Dan masih banyak pendapa-pendapat lain tentang bumi Jawa Barat hingga begitu sulit mengidentifikasinya.
DEWAWARMAN PENDIRI SALAKANAGARA
Pada awal Tarikh Saka, datang orang-orang barat dari negeri Srilangka, Saliwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarca (india) dengan perahu, mula-mula ke menuju Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat dengan tujuan berdagang , dan diantara mereka ada yang terus menetap di pulau bumi nusantara yang disebut Dwipantara yang meliputi; pulau Jawa dan Nusa Bali, Sumatera, Kalimantan dan lain-lain. Kemudian mereka memperistri gadis-gadis pribumi dan beranak-pinak, mendirikan rumah dengan bergotong royong (samakarya) dan bergabung pula akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India ada juga yang mengajarkan dan menyebarkan agama yang dianutnya. Mereka mengajarkan pujaan dewa-dewa yang disebut TRIMURTISWARA, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa, dan masih banyak dewa lainnya. Dan penduduk itu sendiri sebelumnya telah memuja roh, api, bulan, matahari dan sebagainya.
Antara tahun 80 – 320 saka, banyak yang datang dari India, China, Benggala dan Campa. Diantara pendatang itu berasal dari keluarga Calankayana dan Palawa di bumi India, membawa perahu besar kecil di bawah pimpinan Dewawarman dari keluarga Palawa. Dengan tujuan berdagang. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan penduduk pesisir Jawabarat, Nusa api(Krakatau) dan Pesisir Selatan Pulau Sumatera. Dan bertindak sebagai Duta Maharaja Palawa, yaitu mengelilingi negara-negara lain yang bersahabat, seperti kerajaan-kerajaan di ujung Mendini, bumi Sopala, Yawana , Syangka, China, Abasid (Mesopotamia), dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi dan barang-barang lainnya.
Daerah Pesisir Jawa Barat waktu itu dikuasai oleh Aki Tirem alias Sang Aki Luhur Mulya, yang mempunyai puteri bernama Pohaci Larasati dan telah dinikahkan dengan Sang Dewawarman. Dewawarman beserta pasukannya dan pasukan Aki Tirem bergabung memerangi para perompak yang datang berlabuh,dan memeranginya,hingga dapat dikalahkan.
Setelah Aki Tirem wafat, Sang Dewawarman menggantikannya dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara, dan istrinya Pohaci Larasati sebagai Permaisuri dengan nama nobat Dewi Dwani Rahayu dan kerajaannya diberi nama “SALAKANAGARA” (negeri perak) 130-168 M. daerah kekuasaannya meliuti Jawa Barat bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa, laut diantara Pulau Jawa dengan Sumatera. Keluarga Dewawarman memerintah Salakanagara dengan ibukotanya ng bernama Rajatapura (Kota Perak = Argyre Ptolemeus). Adik Sang Dewawarman bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti menjadi raja daerah penguasa Mandala Ujung Kulon. Dan adiknya yang seorang lagi bernama Sweta Limansakti menjadi raja daerah di Tanjung Kidul dengan Ibukota Agrabhintapura.
Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati, mempunyai beberapa anak. Anak tertuanya mnggantikan kedudukan ayahnya bernama Prabu Digwijayakasa Dewawarman Putra. Dan menjadi Dewawarman II tahun 90-117 saka (168-198 M). ia memiliki seorang puteri RajaSingala ( Srilangka ) dan mempunyai seorang putera yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabu Singa Sagara Bimayasawirya. Tahun 117 – 160 saka (195 – 238 M). Dewawarman III mengadakan hubungan (pamitran) dengan Maharaja China dan raja – raja India. Permaisurinya berasal dari Jawa Tengah. Puteri tertua Tirta Lengkara, berjodoh dengan Raja Ujung Kulon yang bernama Satyanagara, yang akan menjadi Dewawarman IV. Tahun 160 – 174 saka ( 238 – 252 M ). Dari perkawinan lahir puteri sulung Mahisa Mardini Warmamdewi.
Bersama suaminya Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. tahun 1274 – 198 saka. Ketika merangkap sebagai Senapati Sarwajala (Panglima Angkatan Laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut, dan dilanjutkan oleh Mahisasuramardini sampai tahun 211 saka ( 289 M ). Penguasa Salakanagara berikutnya Ganayadewa Linggabumi putera sulung Dewawarman V dan menjadi Dewawarman VI dari tahun 211 – 230 saka ( 289 – 308 M ) menikah dengan puteri India dan mempunyai tiga orang puteri dan tiga orang putera, putera sulungnya menjadi Dewawarman VII tahun 230 – 262 saka (308 – 340 M ).
Terjadi perebutan kekuasaan setelah Dewawarman VII wafat, namun akhirnya puteri sulung Dewawarman Spatikarnawa Warmandewi dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara pada tahun 262 saka ( 340 M ). Tahun 270 saka, Sang Rani menikah dengan sepupunya dan bersama – sama suaminya memerintah sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabu Darmawirya Dewawarman. Tahun 270 - 285 saka ( 348 – 363 M ).
Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII, kehidupan penduduk makmur sentosa. Ia sangat memajukan keagamaan, penduduknya ada yang memuja Wisnu, Siwa ada juga yang memuja Ganesha dan Siwa-Wisnu. Dan yang terbanyak pemeluk adalah agama Ganesha atau Ganapati. Mata pencahariannya ialah berburu di hutan, berniaga, menangkap ikan di laut dan sungai, beternak, bertanam buah-buahan, bertani dan sebagainya. Sang Raja membuat candi dan Patung Siwa Mahadewa dengan hiasan bulan sabit pada kepalanya ( Mardhacandrakapala ) dan patung Ganesha ( Gayanadawa ). Juga patung Wisnu untuk para pemujanya.
Dewawarman VIII mempunyai beberapa orang putera dan puteri, puteri sulung bernama Swari Tunggal Pertiwi Warmadewi atau Dewi Minawati. Yang kedua bernama Aswawarman yang diangkat oleh Sang Kudungga, penguasa Bakulapura dan menjodohkannya dengan puterinya. Yang ketiga Puteri Dewi Indari yang kelak diperistri oleh Maharesi Santanu, raja India Prahasta I, tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. Diantara keturunannya adalah Sang Adityawarman. Anggota keluarga lain tinggal di Yawana dan Semenanjung. Putera yang bungsu menjadi Putera Mahkota dan akan menjadi penguasa Salakanagara berikutnya.
Rani Spatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Barat dan Bakulapura. Permaisuri yang kedua, Candralocana, puteri seorang Brahmana dari Calankayana di India. Ia menurunkan raja-raja di Sumatera, Semenanjung dan Jawa Tengah.
Kamis, 22 April 2010
salakanagara kerajaan pertama di Jawa Barat
SALAKANAGARA KERAJAAN PERTAMA DI JAWA BARAT
Bermula dari catatan dari negeri china pada zaman dinasti Han bahwa Raja Yeh tiao yang bernama Tiao Pen mengirimkan utusan ke China pada tahun 132 M. menurut seorang akhli bumi Yunani Purba menyebutkan bahwa sekitar tahun 150 M adanya kota yang bernama Argyre yang terletak di ujung pulau Labadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. Sebutan Labadiou merupakan uapan bahasa Prakrit Yawadiwu yang senada dengan ucapan bahasa sansekerta Yawadwipa, berarti Pulau Yawa , dan Yawa berarti tumbuh-tumbuhan sejenis padi yaitu Hanjeli.
Berdasarkan Prasasti Canggal 732 M, Argyre hijrah ke pulau Jawa kemudian dilokasikan ke Cirebon. Berdasarkan Prasasti Kota Kapur (Bangka), Argyre tebelah dua, yang satu ke selatan, yang satu ke muara sungai Berantas. Dan masih banyak pendapa-pendapat lain tentang bumi Jawa Barat hingga begitu sulit mengidentifikasinya.
DEWAWARMAN PENDIRI SALAKANAGARA
Pada awal Tarikh Saka, datang orang-orang barat dari negeri Srilangka, Saliwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarca (india) dengan perahu, mula-mula ke menuju Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat dengan tujuan berdagang , dan diantara mereka ada yang terus menetap di pulau bumi nusantara yang disebut Dwipantara yang meliputi; pulau Jawa dan Nusa Bali, Sumatera, Kalimantan dan lain-lain. Kemudian mereka memperistri gadis-gadis pribumi dan beranak-pinak, mendirikan rumah dengan bergotong royong (samakarya) dan bergabung pula akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India ada juga yang mengajarkan dan menyebarkan agama yang dianutnya. Mereka mengajarkan pujaan dewa-dewa yang disebut TRIMURTISWARA, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa, dan masih banyak dewa lainnya. Dan penduduk itu sendiri sebelumnya telah memuja roh, api, bulan, matahari dan sebagainya.
Antara tahun 80 – 320 saka, banyak yang datang dari India, China, Benggala dan Campa. Diantara pendatang itu berasal dari keluarga Calankayana dan Palawa di bumi India, membawa perahu besar kecil di bawah pimpinan Dewawarman dari keluarga Palawa. Dengan tujuan berdagang. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan penduduk pesisir Jawabarat, Nusa api(Krakatau) dan Pesisir Selatan Pulau Sumatera. Dan bertindak sebagai Duta Maharaja Palawa, yaitu mengelilingi negara-negara lain yang bersahabat, seperti kerajaan-kerajaan di ujung Mendini, bumi Sopala, Yawana , Syangka, China, Abasid (Mesopotamia), dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi dan barang-barang lainnya.
Daerah Pesisir Jawa Barat waktu itu dikuasai oleh Aki Tirem alias Sang Aki Luhur Mulya, yang mempunyai puteri bernama Pohaci Larasati dan telah dinikahkan dengan Sang Dewawarman. Dewawarman beserta pasukannya dan pasukan Aki Tirem bergabung memerangi para perompak yang datang berlabuh,dan memeranginya,hingga dapat dikalahkan.
Setelah Aki Tirem wafat, Sang Dewawarman menggantikannya dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara, dan istrinya Pohaci Larasati sebagai Permaisuri dengan nama nobat Dewi Dwani Rahayu dan kerajaannya diberi nama “SALAKANAGARA” (negeri perak) 130-168 M. daerah kekuasaannya meliuti Jawa Barat bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa, laut diantara Pulau Jawa dengan Sumatera. Keluarga Dewawarman memerintah Salakanagara dengan ibukotanya ng bernama Rajatapura (Kota Perak = Argyre Ptolemeus). Adik Sang Dewawarman bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti menjadi raja daerah penguasa Mandala Ujung Kulon. Dan adiknya yang seorang lagi bernama Sweta Limansakti menjadi raja daerah di Tanjung Kidul dengan Ibukota Agrabhintapura.
Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati, mempunyai beberapa anak. Anak tertuanya mnggantikan kedudukan ayahnya bernama Prabu Digwijayakasa Dewawarman Putra. Dan menjadi Dewawarman II tahun 90-117 saka (168-198 M). ia memiliki seorang puteri RajaSingala ( Srilangka ) dan mempunyai seorang putera yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabu Singa Sagara Bimayasawirya. Tahun 117 – 160 saka (195 – 238 M). Dewawarman III mengadakan hubungan (pamitran) dengan Maharaja China dan raja – raja India. Permaisurinya berasal dari Jawa Tengah. Puteri tertua Tirta Lengkara, berjodoh dengan Raja Ujung Kulon yang bernama Satyanagara, yang akan menjadi Dewawarman IV. Tahun 160 – 174 saka ( 238 – 252 M ). Dari perkawinan lahir puteri sulung Mahisa Mardini Warmamdewi.
Bersama suaminya Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. tahun 1274 – 198 saka. Ketika merangkap sebagai Senapati Sarwajala (Panglima Angkatan Laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut, dan dilanjutkan oleh Mahisasuramardini sampai tahun 211 saka ( 289 M ). Penguasa Salakanagara berikutnya Ganayadewa Linggabumi putera sulung Dewawarman V dan menjadi Dewawarman VI dari tahun 211 – 230 saka ( 289 – 308 M ) menikah dengan puteri India dan mempunyai tiga orang puteri dan tiga orang putera, putera sulungnya menjadi Dewawarman VII tahun 230 – 262 saka (308 – 340 M ).
Terjadi perebutan kekuasaan setelah Dewawarman VII wafat, namun akhirnya puteri sulung Dewawarman Spatikarnawa Warmandewi dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara pada tahun 262 saka ( 340 M ). Tahun 270 saka, Sang Rani menikah dengan sepupunya dan bersama – sama suaminya memerintah sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabu Darmawirya Dewawarman. Tahun 270 - 285 saka ( 348 – 363 M ).
Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII, kehidupan penduduk makmur sentosa. Ia sangat memajukan keagamaan, penduduknya ada yang memuja Wisnu, Siwa ada juga yang memuja Ganesha dan Siwa-Wisnu. Dan yang terbanyak pemeluk adalah agama Ganesha atau Ganapati. Mata pencahariannya ialah berburu di hutan, berniaga, menangkap ikan di laut dan sungai, beternak, bertanam buah-buahan, bertani dan sebagainya. Sang Raja membuat candi dan Patung Siwa Mahadewa dengan hiasan bulan sabit pada kepalanya ( Mardhacandrakapala ) dan patung Ganesha ( Gayanadawa ). Juga patung Wisnu untuk para pemujanya.
Dewawarman VIII mempunyai beberapa orang putera dan puteri, puteri sulung bernama Swari Tunggal Pertiwi Warmadewi atau Dewi Minawati. Yang kedua bernama Aswawarman yang diangkat oleh Sang Kudungga, penguasa Bakulapura dan menjodohkannya dengan puterinya. Yang ketiga Puteri Dewi Indari yang kelak diperistri oleh Maharesi Santanu, raja India Prahasta I, tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. Diantara keturunannya adalah Sang Adityawarman. Anggota keluarga lain tinggal di Yawana dan Semenanjung. Putera yang bungsu menjadi Putera Mahkota dan akan menjadi penguasa Salakanagara berikutnya.
Rani Spatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Barat dan Bakulapura. Permaisuri yang kedua, Candralocana, puteri seorang Brahmana dari Calankayana di India. Ia menurunkan raja-raja di Sumatera, Semenanjung dan Jawa Tengah.
Bermula dari catatan dari negeri china pada zaman dinasti Han bahwa Raja Yeh tiao yang bernama Tiao Pen mengirimkan utusan ke China pada tahun 132 M. menurut seorang akhli bumi Yunani Purba menyebutkan bahwa sekitar tahun 150 M adanya kota yang bernama Argyre yang terletak di ujung pulau Labadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. Sebutan Labadiou merupakan uapan bahasa Prakrit Yawadiwu yang senada dengan ucapan bahasa sansekerta Yawadwipa, berarti Pulau Yawa , dan Yawa berarti tumbuh-tumbuhan sejenis padi yaitu Hanjeli.
Berdasarkan Prasasti Canggal 732 M, Argyre hijrah ke pulau Jawa kemudian dilokasikan ke Cirebon. Berdasarkan Prasasti Kota Kapur (Bangka), Argyre tebelah dua, yang satu ke selatan, yang satu ke muara sungai Berantas. Dan masih banyak pendapa-pendapat lain tentang bumi Jawa Barat hingga begitu sulit mengidentifikasinya.
DEWAWARMAN PENDIRI SALAKANAGARA
Pada awal Tarikh Saka, datang orang-orang barat dari negeri Srilangka, Saliwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarca (india) dengan perahu, mula-mula ke menuju Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat dengan tujuan berdagang , dan diantara mereka ada yang terus menetap di pulau bumi nusantara yang disebut Dwipantara yang meliputi; pulau Jawa dan Nusa Bali, Sumatera, Kalimantan dan lain-lain. Kemudian mereka memperistri gadis-gadis pribumi dan beranak-pinak, mendirikan rumah dengan bergotong royong (samakarya) dan bergabung pula akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India ada juga yang mengajarkan dan menyebarkan agama yang dianutnya. Mereka mengajarkan pujaan dewa-dewa yang disebut TRIMURTISWARA, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa, dan masih banyak dewa lainnya. Dan penduduk itu sendiri sebelumnya telah memuja roh, api, bulan, matahari dan sebagainya.
Antara tahun 80 – 320 saka, banyak yang datang dari India, China, Benggala dan Campa. Diantara pendatang itu berasal dari keluarga Calankayana dan Palawa di bumi India, membawa perahu besar kecil di bawah pimpinan Dewawarman dari keluarga Palawa. Dengan tujuan berdagang. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan penduduk pesisir Jawabarat, Nusa api(Krakatau) dan Pesisir Selatan Pulau Sumatera. Dan bertindak sebagai Duta Maharaja Palawa, yaitu mengelilingi negara-negara lain yang bersahabat, seperti kerajaan-kerajaan di ujung Mendini, bumi Sopala, Yawana , Syangka, China, Abasid (Mesopotamia), dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi dan barang-barang lainnya.
Daerah Pesisir Jawa Barat waktu itu dikuasai oleh Aki Tirem alias Sang Aki Luhur Mulya, yang mempunyai puteri bernama Pohaci Larasati dan telah dinikahkan dengan Sang Dewawarman. Dewawarman beserta pasukannya dan pasukan Aki Tirem bergabung memerangi para perompak yang datang berlabuh,dan memeranginya,hingga dapat dikalahkan.
Setelah Aki Tirem wafat, Sang Dewawarman menggantikannya dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara, dan istrinya Pohaci Larasati sebagai Permaisuri dengan nama nobat Dewi Dwani Rahayu dan kerajaannya diberi nama “SALAKANAGARA” (negeri perak) 130-168 M. daerah kekuasaannya meliuti Jawa Barat bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa, laut diantara Pulau Jawa dengan Sumatera. Keluarga Dewawarman memerintah Salakanagara dengan ibukotanya ng bernama Rajatapura (Kota Perak = Argyre Ptolemeus). Adik Sang Dewawarman bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti menjadi raja daerah penguasa Mandala Ujung Kulon. Dan adiknya yang seorang lagi bernama Sweta Limansakti menjadi raja daerah di Tanjung Kidul dengan Ibukota Agrabhintapura.
Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati, mempunyai beberapa anak. Anak tertuanya mnggantikan kedudukan ayahnya bernama Prabu Digwijayakasa Dewawarman Putra. Dan menjadi Dewawarman II tahun 90-117 saka (168-198 M). ia memiliki seorang puteri RajaSingala ( Srilangka ) dan mempunyai seorang putera yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabu Singa Sagara Bimayasawirya. Tahun 117 – 160 saka (195 – 238 M). Dewawarman III mengadakan hubungan (pamitran) dengan Maharaja China dan raja – raja India. Permaisurinya berasal dari Jawa Tengah. Puteri tertua Tirta Lengkara, berjodoh dengan Raja Ujung Kulon yang bernama Satyanagara, yang akan menjadi Dewawarman IV. Tahun 160 – 174 saka ( 238 – 252 M ). Dari perkawinan lahir puteri sulung Mahisa Mardini Warmamdewi.
Bersama suaminya Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. tahun 1274 – 198 saka. Ketika merangkap sebagai Senapati Sarwajala (Panglima Angkatan Laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut, dan dilanjutkan oleh Mahisasuramardini sampai tahun 211 saka ( 289 M ). Penguasa Salakanagara berikutnya Ganayadewa Linggabumi putera sulung Dewawarman V dan menjadi Dewawarman VI dari tahun 211 – 230 saka ( 289 – 308 M ) menikah dengan puteri India dan mempunyai tiga orang puteri dan tiga orang putera, putera sulungnya menjadi Dewawarman VII tahun 230 – 262 saka (308 – 340 M ).
Terjadi perebutan kekuasaan setelah Dewawarman VII wafat, namun akhirnya puteri sulung Dewawarman Spatikarnawa Warmandewi dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara pada tahun 262 saka ( 340 M ). Tahun 270 saka, Sang Rani menikah dengan sepupunya dan bersama – sama suaminya memerintah sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabu Darmawirya Dewawarman. Tahun 270 - 285 saka ( 348 – 363 M ).
Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII, kehidupan penduduk makmur sentosa. Ia sangat memajukan keagamaan, penduduknya ada yang memuja Wisnu, Siwa ada juga yang memuja Ganesha dan Siwa-Wisnu. Dan yang terbanyak pemeluk adalah agama Ganesha atau Ganapati. Mata pencahariannya ialah berburu di hutan, berniaga, menangkap ikan di laut dan sungai, beternak, bertanam buah-buahan, bertani dan sebagainya. Sang Raja membuat candi dan Patung Siwa Mahadewa dengan hiasan bulan sabit pada kepalanya ( Mardhacandrakapala ) dan patung Ganesha ( Gayanadawa ). Juga patung Wisnu untuk para pemujanya.
Dewawarman VIII mempunyai beberapa orang putera dan puteri, puteri sulung bernama Swari Tunggal Pertiwi Warmadewi atau Dewi Minawati. Yang kedua bernama Aswawarman yang diangkat oleh Sang Kudungga, penguasa Bakulapura dan menjodohkannya dengan puterinya. Yang ketiga Puteri Dewi Indari yang kelak diperistri oleh Maharesi Santanu, raja India Prahasta I, tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. Diantara keturunannya adalah Sang Adityawarman. Anggota keluarga lain tinggal di Yawana dan Semenanjung. Putera yang bungsu menjadi Putera Mahkota dan akan menjadi penguasa Salakanagara berikutnya.
Rani Spatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Barat dan Bakulapura. Permaisuri yang kedua, Candralocana, puteri seorang Brahmana dari Calankayana di India. Ia menurunkan raja-raja di Sumatera, Semenanjung dan Jawa Tengah.
Kamis, 15 April 2010
my smile just 4 ali
My smile just 4 ali.....
Ill tell the story about my lover on net. He s a young boy from pakistan. He called aliprince. At 1st, we were just gud friend. But u know he s very handsome, has good heart n so polite. He acceptd me with any conditions. He loved me much more than everything in this world. What should i say, i couldnt give him anything coz m maried woman. But he was very respect on me. Probably he just need me as his mother. Coz his mom had passed away. I love him as he loves me...bt i did big mistaken, i betrayed him. still i feel his love, eventhough he hated me, iv been regretting. N never given up to make he forgive me. U knw he had forgave me after 1 year avoid me. Thanks God. N now we just enjoy chat. N never know about his heart to me. But i do satisfied enough that ali had already forgive me. N he just says; please, dont hurt me again... Then i promise. I won't do that anymore. N this smile is just 4 u..
Posted by irsharyu at 8:14 PM 0 comments
My smile just 4 ali.....
Ill tell the story about my lover on net. He s a young boy from pakistan. He called aliprince. At 1st, we were just gud friend. But u know he s very handsome, has good heart n so polite. He acceptd me with any conditions. He loved me much more than everything in this world. What should i say, i couldnt give him anything coz m maried woman. Bt he was very respect on me. Probably he just need me as his mother. Coz his mom had passd away. I love him as he loves me...bt i did big mistaken, i betrayed him. still i feel his love, eventhough he hated me, iv been regreting. N never given up to make he forgive me. U knw he had forgave me after 1 year avoid me. Thanks God. N now we just enjoy chat. N never know about his heart to me. Bt i do satisfied enough that ali had already forgive me. N he just says; please, dont hurt me again... Then i promise. I won't do that anymore. N this smile is just 4 u..
Posted by Anonymous at 8:05 PM 0 comments
Home
Subscribe to: Posts (Atom)
Blog Archive
* ▼ 2010 (2)
o ▼ April (2)
+ My smile just 4 ali.....
+ My smile just 4 ali.....
Langganan:
Postingan (Atom)
